Penyakit Sampar | Sejarah | Manusia | Ternak | Diagnosis | Lengkap

Penyakit Sampar – yang lebih dikenal penyakit pes merupakan sebuah jenis penyakit yang bisa terjadi pada hewan maupun manusia diakibatkan bakteri kuman Yersinia Pestis.

Cara penularan penyakit pes pada manusia melalui gigitan pinjal hewan ternak atau serangga yang telah terjangkiti bakteri Yersinia Pestis. Binatang ternak dan serangga yang terkena sampar pada mulanya mereka menggigit binatang yang terkena sampar. Hingga menjadi sebuah wabah.

Dimana bakteri penyakit sampar yang terdapat pada bagian tubuh manusia dan binatang akan mengisap darah manusia dan binatang tersebut secara perlahan-lahan. Jika tidak diobati dan ditangani  secara baik bisa mengakibatkan terjadinya kematian.

Beberapa kondisi tertentu bisa meningkatkan peluang seseorang terjangkiti penyakit ini, antara lain: berkontak fisik dengan binatang yang sudah mati yang ternyata sudah terjangkiti penyakit ini, berdiam diri di wiayah yang mempunyai populasi binatang pengerat cukup banyak, berdiam diri di wilayah yang mempunyai sanitasi buruk, jalan-jalan di daerah yang terkena wabah penyakit ini, berprofesi sebagai perawat binatang atau dokter hewan dan suka melakukan aktifitas di lingkungan alam bebas yang terbuka.

Penyakit Sampar Pada Ternak

penyakit sampar

Penyakit ini dapat menjangkiti binatang ternak seperti hewan unggas. Yang kemudian dinamakan Howl Plague. Sedangkan penyakit sampar yang menyerang itik disebut Duck Plague.

Dan penyakit pes yang menyerang hewan ternak sapi dinamakan Rinderpest. Penyakit sampar yang terjadi pada binatang ternak diakibatkan oleh sebuah bakteri bernama pasteurellosis dan Yersinia pestis.

Bakteri ini bisa menyerang semua binatang seperti hewan ternak unggas, kelinci, domba, sapi dll.

Binatang pokok yang suka membawa wabah penyakit ini adalah jenis binatang pengerat. Misalkan tikus, kucing, anjing, hamster, tupai dan kelinci. Hewan ternak tersebut dapat menularkan penyakit ini kepada manusia. Misalkan penularan penyakit pes dari tikus pada manusia lewat gigitan pinjal.

Orang yang terkena penularan penyakit ini dari tikus akan mengalami sesak napas, batuk yang disertai darah dan demam sangat tinggi secara mendadak tanpa alasan yang nyata. Sebab orang tersebut bukan pengidap penyakit asma.

Penyakit Sampar Pada Manusia

 

Namun dari semua itu, lebih baik anda mencegah datangnya penyakit ini ketimbang mengobatinya. Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit sampar pada manusia sangat mudah.

Untuk lebih jelas, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini menjangkiti manusia, antara lain :

1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dari sarang binatang pengerat seperti tikus

2. Menjaga kontak langsung dengan orang yang menderita penyakit ini. Jika terpaksa berhubungan dengan penderita sampar maka anda harus menggunakan kacamata, masker, baju panjang maupun sarung tangan ketika kontak fisik dengan penderita penyakit sampar.

3. Tidak membiarkan kucing peliharaan berkeliaran di wilayah yang banyak populasi tikus.

Diagnosis Penyakit Sampar Pada Manusia

penyakit sampar

Untuk mengetahui seorang manusia menderita penyakit ini bisa dilakukan pengecekan atau pemeriksaan di balai rumah sakit dan klinik kesehatan terdekat.

Dengan cara melakukan diagnosis penyakit sampar pada manusia. Biasanya dokter akan melaksanakan pengecekan fisik untuk mengetahui paru-paru dan kadar kelenjar getah bening.

Selain itu, dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan seputar jejak rekam perjalanan jauh yang pernah ditempuh, ke daerah mana saja, dan sejak kapan timbul gejala penyakit sampar. Dokter juga akan melakukan pengecekan darah.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendetail dan mendalam maka dalam kurun waktu dua hari sudah muncul hipotesa seseorang menderita penyakit ini atau tidak dan bagaimana tingkatannya. Kemudian sang dokter akan secepat mungkin melakukan pengobatan untuk penyembuhan sang pasien.

Supaya penyakit pes dapat disembuhkan dan tidak menyebar kemana mana. Mengingat penanganan penyakit sampar yang tak dilakukan secara cepat dapat mengancam jiwa penderita itu sendiri.

Pengobatan yang dilakukan dokter adalah merawat pasien di rumah sakit dalam beberapa hari. kemudian sang pasien dikasih tambahan oksigen plus cairan lewat infus serta yang paling utama adalah obat antibiotik misalkan ciprofloxacin dan gentamicin.

Proses penyembuhan terus dilakukan secara teratur sampai gejala penyakit sampar pada manusia mereda secara perlahan-lahan.

Cara Menyembuhkan Penyakit Sampar Pada Manusia

Untuk mengobati orang yang terkena penyakit sampar akibat penularan dari hewan maka sang penderita dapat diberikan obat antibiotik. Obat antibiotik ini terbukti ampuh bisa membunuh kuman-kuman dan bakteri pada tubuh  manusia yang menyebabkan sakit sampar.

Pastikan pemakaian obat antibiotik dilakukan secara rutin dan konsisten sehingga kuman sampar tak jadi kebal. Jadi, obat penyakit ini adalah obat antibiotik.

Penyakit Sampar Dalam Alkitab

Adanya penyakit sampar tercantum juga dalam alkitab. Dimana penyakit ini pernah melanda sebuah negeri yang dipimpin oleh Firaun. Sebagaimana yang tercantum dalam Exodus 9: 1-7 Kitab Keluaran yang berbunyi : Tuhan berfirman kepada nabi Musa :

”Wahai Musa, pergilah untuk menghadap Fir’aun. Kemudian berkatalah kepada dia bahwa hendaknya ia membiarkan Umat Tuhan pergi agar mereka bisa beribadah kepada Tuhan. Apabila Firaun masih menahan dan menolak hal itu maka ternak yang ia miliki akan terkena wabah sampar yang sangat mematikan meliputi domba, kambing, sapi, lembu, unta, keledai, dan kuda.”

Itulah penyakit sampar yang terdapat dalam AlKitab. Dan terdapat juga di dalam kitab suci umat Islam yakni Al Qur’an. Wabah penyakit ini melanda Mesir di bawah kepemimpinan Raja Firaun. Penyakit itu telah menjangkiti banyak binatang ternak dan serangga orang-orang Mesir.

Sehingga semua hewan ternak tersebut mati dalam jumlah yang sangat besar. Adapun binatang ternak yang dimiliki kaum Israel tetap hidup. Hal itu sebagai mukjizat dan kesitimewaan bagi orang Israel, pengikut Nabi Musa.

Kemudian raja Fir’aun menolak keras untuk membiarkan kaum Israel pergi dari wilayahnya. Wabah penyakit sampar bukan hanya menjangkiti binatang ternak. Tapi sudah mulai menjangkiti manusia.

Sehingga banyak orang yang terkena penyakit sampar dimana-mana. Dan tak lama kemudian, mereka pun mengalami kematian dalam jumlah yang sangat besar. Itulah salah satu azab yang ditimpakan kepada Fir’aun yang zalim.

Sejarah Penyakit Pes di Indonesia

Penyakit ini yang seringkali dinamakan juga penyakit pes yang dalam bahasa latin bernama pasteurellosis dan Yeisiniosis pets. Keberadaan penyakit pes di tanah air mempunyai sejarah yang sangat panjang.

Diawali di kota Surabaya daerah Pelabuhan Tanjung Perak pada tahun 1910 penyakit pes diketahui. Kemudian pada tahun 1916, penyakit pes menular ke daerah di sekitarnya yakni wilayah Semarang Tanjung Mas.

Hingga tahun 1923 penyakit ini terus menyebar ke wilayah Pelabuhan di Cirebon. Terakhir, tahun 1927 penyakit sampar ditemukan keberadaan di wilayah Pelabuhan Tegal.

Penyakit ini terus merembet ke seluruh penduduk Indonesia. Dan menjangkiti bangsa Indonesia dalam kurun waktu sangat lama. Seperti di Kabupaten Pasuruan kecamatan Pasrepan, Nongkojaiar, Puspo, dan Tosari.  Menyebar ke wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Atas kejadian endemik penyakit pes tersebut mengakibatkan 245375 orang mengalami kematian akibat terkena penyakit sampar dalam rentang waktu 1910 sampai 1960. Kejadian luar biasa ini memakan korban meninggal dunia terbanyak pada tahun 1934 dengan jumlah korban sekitar 23275 orang.

Di Indonesia sejarah penyakit pes bukan hanya menjangkiti manusia tapi juga menjangkiti binatang ternak. Seperti sapi, itik dan jenis unggas lainnya. Atas kejadian tersebut menimbulkan keprihatinan banyak pihak.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan cara penanganan kejadian luar biasa penyakit pes secara menyeluruh. Namun upaya yang dilakukan oleh pemerintah tersebut belum mendatangkan hasil positif. Penyakit pes masih menjangkiti sebagian masyarakat di tanah air.

Demikianlah cara mengenal penyakit sampar pada ternak, manusia dan cara menyembuhkannya. Di Indonesia penyakit ini mempunyai sejarah cukup panjang. Hingga saat ini pemerintah berhasil mengendalikan penyakit ini di sejumlah daerah yang sangat membahayakan jiwa manusia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *