Hukum Sedekah Serta Bentuk Sedekah Diabad 21

Hukum Sedekah – Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang bermakna satu pemberian yang dikasihkan oleh seseorang muslim pada orang yang lain dengan spontan serta suka-rela tiada dibatasi oleh waktu serta jumlahnya spesifik.

Ikut bermakna satu pemberian yang dikasihkan oleh seorang menjadi kebajikan yang berharap ridho Allah SWT serta pahala semata-mata. Sedekah dalam artian diatas oleh beberapa fuqaha (pakar fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu’ (sedekah dengan spontan serta suka-rela).

Hukum Sedekah

hukum sedekah

Islam menyarankan umatnya untuk sama-sama share, terutamanya pada orang yang tidak dapat. Karenanya, dalam Islam ada ide zakat serta sedekah. Zakat berati harta yang harus dikeluarkan jika telah memenuhi persyaratannya. Sesaat sedekah cuma pemberian yang sifatnya sunnah saja.

Walau sedekah biasanya dimengerti kesunahan, tetapi sebenarnya ada empat hukum sedekah yang perlu untuk diketahui:

Ke-1, harus. Hukum sedekah dapat menjadi harus saat temukan orang yang memang memerlukan. Contohnya, ada orang miskin dalam keadaan lapar minta makanan pada kita. Jika tidak dikasih makanan ia akan sakit kronis atau wafat. Dalam keadaan semacam itu harus memberikan sedekah.

Ke-2, sunnah. Hukum asal sedekah memang sunnah di mana saja serta kapanpun. Begitu disarankan buat umat Islam untu tetap bersedekah, baik dalam keadaan sulit atau lega.

Ke-3, makruh. Sedekah dapat juga hukumnya menjadi makruh jika barang yang disedekahkan jelek serta tidak dapat digunakan.

Ke-4, haram. Hukum sedekah menjadi haram jika kita tahu barang yang disedekahkan itu dipakai untuk kejahatan serta maksiat.

Itu empat hukum sedekah yang butuh dilihat. Walau hukumnya sunnah, sedekah dapat menjadi harus, makruh, bahkan juga haram bergantung pada konteksnya.

Selain ke-4 hukum di atas, bagaimana dengan sedekah online.? Sedekah online di abad 21 ini juga sudah menjadi hal yang umum, banyak lembaga sosial yang membuat jasa sedekah online juga.

Kendati demikian, Anda perlu berhati-hati dan mengecek terlebih dahulu sebelum mentransfer sedekah Anda.

Bentuk Sedekah

Menurut fuqaha, sedekah dalam makna sadaqah at-tatawwu’ berlainan dengan zakat. Sedekah paling utama bila dikasihkan dengan diam-diam dibanding dikasihkan dengan berterus-terang dalam makna diberitakan atau dikabarkan pada umum.

Perihal ini searah dengan hadits Nabi SAW dari teman dekat Abu Hurairah. Dalam hadits itu diterangkan salah satunya hamba Allah SWT yang mendapatkan naungan-Nya pada hari kiamat.

Yaitu seorang yang memberikan sedekah dengan tangan kanannya lantas dia menyembunyikan seolah-olah tangan kirinya tidak paham apakah yang sudah dikasihkan oleh tangan kanannya itu.

Sedekah paling utama dikasihkan pada golongan kerabat atau sanak saudara paling dekat sebelum dikasihkan pada orang yang lain. Lalu sedekah itu seyogyanya dikasihkan pada orang yang benar-benar tengah mengidamkan uluran tangan.

Tentang persyaratan barang yang paling utama disedekahkan, beberapa fuqaha memiliki pendapat, barang yang akan disedekahkan semestinya barang yang berkualitas baik serta disenangi oleh pemiliknya.

Pahala sedekah akan amblas jika si pemberi tetap menyebut-nyebut sedekah yang sudah dia beri atau menyakiti perasaan si penerima. Perihal ini ditekankan Allah SWT dalam firman-Nya (QS Al Baqarah [2]: 264)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *