Kumpulan Hadist Hadits Tentang Pernikahan Lengkap

Hadits Tentang Pernikahan – Ada berbagai macam pengertian nikah yakni secara bahasa maupun istilah. Pengertian nikah secara umum adalah salah satu sunnah nabi yang menyenangkan untuk dijalankan dan dianjurkan sekali bagi mereka yang sudah mampu.

Dalam agama Islam, setiap muslim atau muslimah diwajibkan untuk melangsungkan pernikahan yang merupakan fithrah bagi manusia untuk mengembangbiakkan keturunan di muka bumi.

Dalam Undang-Undang Perkawinan dijelaskan bahwa pernikahan adalah sebuah perjanjian agung yang sempurna dan kuat di hadapan Allah SWT dengan tujuan untuk mencapai keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah atau penuh kasih sayang dan ketenangan.

Pada jaman Nabi Muhammad SAW pernah ada seseorang yang memutuskan diri untuk tidak menikah selama hidupnya demi fokus melakukan ibadah terus menerus kepada Allah SWT. Hal tersebut dilarang keras oleh Rasulullah SAW.

Beliau melarang sikap membujang setiap umatnya. Tidak ada pembujangan dalam syariat agama Islam. Setiap muslim atau muslimah harus menikah sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT dan sesuai fithrah manusia.

Manfaat Pernikahan

hadits tentang pernikahan

Anjuran menikah bagi lajang yang sudah mampu diucapkan terus menerus oleh Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan pentingnya sebuah pernikahan bagi manusia itu sendiri. Berikut ini beberapa manfaat pernikahan, antara lain :

1. Menghindarkan mata dari melihat yang dilarang

2. Menjaga kehormatan manusia

3. Melahirkan generasi baru yang unggul

4. Mendapatkan keridhoan dari Allah SWT

Hadits Hadits Tentang Pernikahan

hadits tentang pernikahan

Untuk lebih lengkap, berikut ini hadits hadits tentang pernikahan, antara lain :

1. Nikah itu merupakan sunnahku dan barangsiapa yang tak menyukai sunnahku maka ia bukan golonganku (HR Ibnu Majah bersumber dari Siti Aisyah ra)

2. Nikahilah kaum perempuan olehmu karena mereka mendatangkan rezeki bagi kalian (HR Abu Daud dan Hakim dari Aisyah ra)

3. Empat macam sunnah rasul adalah berkasih sayang, menggunakan wewangian, menggosok gigi dan nikah (Hadits riwayat Turmudzi)

4. Dunia merupakan perhiasan dan perhiasan yang paling baik di dunia adalah istri yang shalihah (Hadits riwayat Nasai, Ibnu Majah dan Muslim bersumber dari Amr Bin Ash)

5. Siapa yang diberi anugerah seorang istri shalihah maka pada dasarnya ia sudah dibantu setengah agamanya. Hendaklah ia bertakwa pada Allah SWT untuk memenuhi sebagian lainnya (Hadits riwayat Baihaqi)

6. Dunia sudah ditakdirkan penuh perhiasan. Perhiasan paling baik di dunia yaitu istri sholehah (Hadits riwayat Muslim)

7. Tiga kategori orang yang mempunyai hak diitolong Allah SWT adalah orang yang berjihad fi sabilillah, budak yang hendak menebus diri dari majikannya, pemuda atau pemudi yang memutuskan menikah disebabkan ingin menjauhkan diri dari hal yang haram (Hadits riwayat Hakim, Ibnu Hibban dan Turmudzi)

8. Wahai para pemuda, jika diantara kalian sudah sanggup menikah maka menikahlah. Sebab dengannya mata dan kemaluan kalian akan terjaga dengan baik (HR Bukhari Muslim).

9. Nikahilah perempuan yang mencintaimu dan sanggup memberikan anak. Karena aku akan bangga dengan umatku yang paling banyak kelak diantara umat lain (HR Daud).

10. Shalat dua rakaat yang dijalankan orang yang telah menikah lebih baik ketimbang 70 rakaat yang dijalankan oleh perawan atau bujang. (hadits riwayat Abu Hurairah ra tercantum dalam Kitab Al Kamil).

Itulah 10 hadits tentng pernikahan yang bisa menjadi referensi Anda.

Hukum Nikah Dalam Agama Islam

hadits tentang pernikahan

Hukum menikah dalam ajaran agama Islam berbeda-beda. Ada yang hukum menikah menjadi sunnah, mubah, wajib, makruh dan haram tergantung situasi kondisi dan keadaan orang.

Sebuah pernikahan menjadi hukumnya wajib dikarenakan orang tersebut sudah mempunyai kemampuan dalam ekonomi dan batin untuk menjalankan pernikahan. Dan kalau tidak melangsungkan pernikahan dikhawatirkan bisa masuk ke dalam jurang perzinaan.

Sedangkan hukum pernikahan menjadi sunnat apabila seseorang telah sanggup untuk menikah secara finansial dan batin. Dan ia tidak dikhawatirkan terjerumus ke dalam perzinaan.

Bisa disebabkan lingkungan yang sangat kondusif dan cukup baik. Orang semacam ini melangsungkan pernikahan hukumnya tidak wajib, namun hukumnya sunnat.

Hukum pernikahan menjadi haram apabila orang tersebut berniat melangsungkan pernikahan dengan ia tak mempunyai kesanggupan dalam melaksanakan hubungan intim suami isteri serta tak sanggup memberikan nafkah lahir bagi isteri.

Terkecuali jika ia mengatakan sebelumnya atas segala kondisi kekurangannya pada sang isteri. Dan sang isteri menerima kondisi tersebut.

Pernikahan yang hukumnya haram lainnya adalah pernikahan seorang wanita muslimah dengan beda agama, menikahi mahram, menikahi wanita yang sedang masa iddah dan menikahi wanita yang telah memiliki suami.

Adapun hukum pernikahan menjadi makruh jika orang tersebut tak mempunyai kesempurnaan dalam melakukan hubungan intim suami isteri dan ia tak memiliki pendapatan sama sekali sebagai nafkah bagi isteri.

Akan tetapi calon istri menerima kondisi calon suami dan sang istri memiliki harta yang memadai untuk menjalani kehidupan rumahtangga mereka.

Hukum Nikah Siri dalam Agama Islam

Ada banyak jenis pernikahan di Indonesia yang umum dikenal di masyarakat luas. Salah satunya adalah nikah siri. Dalam arti, sebuah pernikahan yang dilangsungkan tanpa adanya wali perempuan yang sah dan tak adanya pencatatan resmi pernikahan tersebut dari lembaga pemerintah setempat seperti Kantor Urusan Agama.

Dari sudut pandang agama Islam dan negara, hukum pernikahan siri tidaklah sah. Hal ini disepakati para jumhur ulama disebabkan tidak adanya wali yang sah dari pihak perempuan sebagai salah satu syarat sah pernikahan.

Begitupula sebuah pernikahan yang dilangsungkan dengan kehadiran pihak wali perempuan yang tidak sah maka hukum pernikahan haram.

Berikut ini dalil naqli sejumlah hadits tentang pernikahan yang berkaitan dengan haramnya nikah siri atau nikah tanpa wali yang sah dari pihak perempuan, antara lain :

1.Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada pernikahan atau batal sebuah pernikahan terkecuali ada walinya (HR Ibnu Abi Syaibah, Ad Darimi, Ibnu Majah, Turmudzi, Thabrani dan Abu Daud)

2.Telah bersabda Rasulullah SAW : “Perempuan yang melangsungkan pernikahan tanpa ijin walinya maka pernikahannya batal (HR Baihaqi, Abu Daud dan Ahmad bersumber dari Siti Aisyah ra)

Ayat Al Qur’an Tentang Nikah

Pernikahan adalah salah satu bagian dari ajaran Islam yang mesti diamalkan setiap muslim atau muslimah. Ada banyak dalil ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan masalah pernikahan. Untuk lebih jelas dan lengkap, berikut ini ayat-ayat Al Qur’an tentang nikah, antara lain :

Firman Allah SWT : Dan hendaklah kalian nikahkan mereka yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang dari hamba sahayamu yang layak untuk menikah baik laki-laki maupun wanita.

Apabila mereka dalam keadaan miskin maka Allah yang akan mengkayakannya dengan kurniaNya. Sebab Allah Maha Luas dan Mengetahui. (QS An Nuur ayat 32).

Maha suci Allah yang sudah menciptakan segala sesuatu berpasangan dari apa yang telah ditumbuhkan bumi, dari diri mereka sendiri ataupun dari yang tak mereka ketahui (QS. Yaasiin ayat 36).

Dan segala sesuatu telah dijadikan saling berpasangan agar kalian mengingat kebesaran Allah SWT (QS. Adz Dzariyaat ayat 49). Ayat-ayat Al Qur’an ini sering dijadikan kata mutiara dalam kartu undangan.

Itulah kumpulan ayat dan hadist tentang pernikahan yang bisa kita pelajari. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita seputar pernikahan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *