Keutamaan Hadits Tentang Anak Yatim | Penjelasan

Hadits Tentang Anak Yatim – Pengertian anak yatim bisa ditinjau secara bahasa maupun terminologi atau istilah. Untuk pengertian anak yatim secara istilah umum dan agama keduanya sangat berlainan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian anak yatim yaitu mereka yang sudah tak memiliki ayah dan ibu lagi disebabkan meninggal dunia.

Sedangkan menurut syariat Islam, anak yatim adalah mereka yang sudah ditinggal mati oleh ayahnya padahal usia mereka belum mencapai baligh.

Perlu sekali melihat pengertian dan siapa anak yatim itu sebenarnya menurut pengertian syara’ untuk mengaplikasikan dalam memuliakan anak yatim. Karena kedudukan anak yatim sangat tinggi dalam syariat Islam. Dimana mereka harus dikasihi dan disantuni.

Saat ini seringkali terjadi salah kaprah dalam memuliakan dan menyantuni anak yatim di masyarakat Indonesia.

Dalam rangka menyantuni anak yatim maka mereka memberikan santunan pada orang yang yang sudah tak mempunyai bapak lagi padahal usia mereka telah dewasa bahkan sudah memiliki keluarga.

Hal ini tentu saja salah sasaran melihat pengertian anak yatim itu sendiri yakni mereka yang ditinggalkan mati oleh bapaknya padahal usia mereka belum mencapai baligh.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “ Tak ada anak yatim selepas ihtilaam atau mimpi basah yang memastikan ia sudah baligh” (HR Bukhari).

Sedangkan dalam kamus Bahasa Arab Mu’jam, pengertian anak yatim adalah anak kecil yang sudah ditinggalkan mati oleh ayahanda tercinta  padahal ia belum baligh. Hal ini sesuai pengertian anak yatim secara syara’.

Hadits Tentang Anak Yatim

hadits tentang anak yatim

Ada banyak hadist yang menjelaskan secara lengkap keutamaan memelihara, merawat dan menyantuni anak yatim, antara lain :

1. ”Aku dan orang yang merawat anak yatim dari pihak kerabat atau orang lain seperti ini dalam surga. Beliau SAW menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah secara berdampingan. Lalu merenggangkan sedikit keduanya.” (Hadits Riwayat Imam Muslim dari Sahl Bin Sa’ad).

Dalam arti, orang yang memelihara anak yatim mempunyai kedudukan sangat tinggi di dalam surga hampir sejajar dengan kedudukan Nabi Muhammad SAW.

2. Suatu hari seseorang berkeluh kesah mengenai hatinya yang keras. Lalu Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila kamu mau lembut hatimu maka berikanlah makanan pada orang-orang miskin dan anak-anak yatim dan usaplah dengan lembut kepala anak-anak yatim itu” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra)

3. Siapa yang menyertakan anak yatim dalam makan dan minum diantara dua orang tuanya sehingga mencukupi makan dan minumnya niscaya ia masuk surga (HR Abu Ya’la dan Thabrani)

Keistimewaan Anak Yatim dalam Islam

hadits tentang anak yatim

Dari uraian hadits-hadits di atas tampaklah keutamaan ataupun keistimewaan dalam memelihara dan menyantuni anak yatim.

Yaitu orang yang merawat anak yatim secara baik dan menyantuninya selama ia hidup di dunia. Maka orang tersebut mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam surga yang berdekatan dengan Rasulullah SAW.

Agama Islam menempatkan anak yatim dalam kedudukan tinggi. Barangsiapa yang memelihara dan menyantuni anak yatim maka ia dijamin akan masuk surga berdekatan dengan nabi Muhammad SAW.

Dalam arti, menyantuni anak yatim termasuk dalam memperhatikan, mengurusi segala kebutuhan hidupnya selama di dunia. Yang meliputi urusan pakaian, makanan dan minuman, mendidik, mengasuh pendidikannya secara benar dan lain sebagainya.

Status Anak Yatim Jika Ibunya Menikah Lagi

hadits tentang anak yatim

Apabila sang ibunda tercinta menikah lagi berarti anak yatim tersebut mempunyai bapak tiri. Tapi tetap saja disebut anak yatim karena ayah kandungnya sudah meninggal dunia dan ia belum baligh.

Sedangkan ayah tirinya maupun ibunya adalah mereka disebut wali yang merawat dan mengurus anak yatim dari pihak keluarga secara baik. Dengan jaminan akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi di surga selama memperlakukan anak yatim dengan baik.

Itulah sedikit penjelasan mengenai hadits tentang anak yatim dan penjelasannya. Semoga kita bisa lebih menyayangi anak yatim, sehingga kelak bisa bersama Rasulullah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *