Ayat Tentang Haji yang Menjelaskan Keutamaan Perintah Ibadah Haji

Ayat Tentang Haji – Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima setelah mengucapkan syahadat, shalat, puasa dan zakat. Adapun untuk menunaikan ibadah haji tidaklah sembarangan waktu. Melainkan sudah ditentukan waktu dan tempat pelaksanaannya.

Semua orang yang beragama Islam pastinya bercita-cita untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Namun hanya sebagian kecil saja yang dapat menjadi tamu Allah SWT di Mekkah Al Mukarramah.

Sebab kuota yang sangat terbatas dan ibadah ini membutuhkan kesiapan secara matang dan baik dalam segi fisik, finansial, lahir dan batin.

Menunaikan ibadah haji tidak seperti ibadah lainnya. Ibadah ini memerlukan kesiapan mental, tenaga, waktu dan biaya. Mengingat ongkos naik haji yang ditetapkan oleh pemerintah lumayan besar sampai puluhan juta rupiah.

Selain itu, ibadah ini memerlukan persiapan fisik yang baik. Karena di Mekkah ada serangkaian ibadah yang harus dilaksanakan seperti jumrah, sai atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah, wukuf di arafah dan lain sebagainya.

Keistimewaan Ibadah Haji

ayat tentang haji

Ada banyak keistimewaan melaksanakan ibadah haji. Salah satunya para jemaah haji akan mengunjungi tempat-tempat mustajab sekali untuk berdoa.

Seperti di depan Kabah, Maqom Ibrahim dll. Sehingga pada saat itulah merupakan momen yang sangat tepat untuk berdoa atau meminta sesuatu pada Allah SWT dan niscaya dikabulkan.

Selain itu, keistimewaan ibadah haji lainnya adalah selepas menunaikan ibadah haji maka setiba di tanah air ia akan memiliki predikat haji, perkataannya lebih di dengar masyarakat, mempunyai status sosial yang lebih tinggi.

Dan tak kalah itu, di tanah air akan muncul rasa rindu yang sangat mendalam untuk kembali ke tanah suci Mekkah. Dan setiap orang yang melaksanakan ibadah haji secara baik dan benar atau mabrur sesuai sabda Rasulullah SAW dijamin akan mendapatkan ganjaran berupa surga.

Dalil Al Qur’an Tentang Haji

ayat tentang haji

Ayat tentang haji – Minat yang sangat besar dari penduduk Indonesia terhadap pelaksanaan ibadah haji sangat tinggi. Hal ini membuat jumlah calon jemaah haji yang telah mendaftarkan diri secara resmi di Kementerian Agama bertambah dari tahun ke tahun sampai melebihi kuota yang ditetapkan pemerintahan Arab  Saudi.

Berdasarkan pengalaman, orang yang melaksanakan ibadah haji sangat besar jumlahnya di Indonesia. Namun yang lebih besar lagi adalah mereka yang melaksanakan ibadah umroh atau haji kecil di Mekah.

Berikut ini sejumlah dalil Al Qur’an yang menjelaskan tentang diperintahkannya ibadah haji. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 96 sampai 97 : “Sesungguhnya rumah yang awal dibangun untuk melakukan ibadah adalah Baitullah yang terdapat di Makkah.

Sebuah tempat yang diberkahi dan jadi petunjuk bagi semua manusia. Di dalamnya ada beberapa ciri yang nyata seperti Maqom Ibrahim. Barangsiapa yang melaksanakan haji maka jadi amalan ia.

Sedangkan melaksanakan ibadah haji merupakan sebuah kewajiban manusia kepada Allah  SWT bagi siapa saja yang mampu mengunjungi Baitullah. Barangsiapa yang ingkar terhadap kewajiban haji maka Allah Maha Kaya”.

Dalil Hadits Tentang Ibadah Haji

Swi Bundariani Nama Pequrban	Sulistyo Hernowo

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah berkhutbah di hadapan kaum muslimin kala itu.

Beliau bersabda : ”Sudah ditetapkan bagi kalian kewajiban untuk mengerjakan ibadah haji maka kerjakanlah ibadah haji itu.” Kemudian ada seseorang yang bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah ibadah haji harus dilakukan setiap tahun?”

Rasulullah SAW berdiam hingga orang itu bertanya lagi sampai 3 kali. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda:”Jika saya mengatakan iya maka akan jadi sebuah kewajiban dan pastinya kalian tak akan sanggup untuk mengerjakannya.

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan : “Biarkanlah saya sebagaimana telah membiarkan kalian. Orang-orang sebelum kalian dibinasakan karena banyak bertanya dan berselisih dengan para nabi.

Oleh sebab itu, jika saya memerintahkan suatu hal pada kalian maka kerjakanlah sesuai kesanggupan kalian. Dan jika saya melarang suatu hal maka tinggalkanlah.” (Hadist Riwayat Bukhari Muslim dan An Nasai).

Keutamaan Ibadah Haji Dan Umroh Berdasarkan Hadits

Setiap ibadah diperintahkan oleh Allah SWT pastinya disertai dengan keutamaan ibadah tersebut. Begitupula dalam ibadah haji. Berikut ini kumpulan keutamaan ibadah haji dan umroh berdasarkan hadits, antara lain :

1. Memperoleh ganjaran surga dan menghapuskan dosa

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan. Dan sebaik-baiknya orang yang pernah melakukan dosa dan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.

Selain itu, melaksanakan amalan-amalan yang bisa menghapuskan dosa seperti ibadah haji kecil atau umroh.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda : “Melaksanakan ibadah umroh ke ibadah umroh selanjutnya sebagai penghapus dosa kesalahan. Sedangkan haji mabrur tak ada imbalan yang layak baginya kecuali surga”(Hadits diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abu Hurairah ra).

Rasulullah SAW telah bersabda : “Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji kemudian tak berlaku kefasikan dan tak berucap yang seronok maka ia pulang ke negaranya bagaikan bayi yang baru lahir (suci dari dosa karena dihapuskan dosanya)” (HR Bukhari).

Pada suatu hari, Rasulullah Saw ditanya oleh para sahabat. “Amalan yang paling afdhol apa ya Rasulullah?” Rasulullah SAW pun bersabda: ”Iman kepada Allah dan Rasul”. “Lalu?” tanya lagi. : Jihad pada jalan Allah SWT. Dan haji yang mabrur.” (HR Bukhari).

2. Tamu Allah SWT

Orang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh berarti ia menjadi tamu Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang berjihad fisabilillah, orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh adalah mereka tamu-tamu Allah SWT. Allah telah memanggilnya. Dan mereka pun memenuhi panggilan Allah SWT. Oleh sebabnya, apabila mereka meminta sesuatu pada Allah niscaya akan diberikannya.”(Hadits riwayat Ibnu Majah).

Keutamaan Ibadah Haji dan Umroh Berdasarkan Ayat-Ayat Al Qur’an

Pelaksanaan ibadah haji dilakukan secara serempak oleh manusia di seluruh dunia dari berbagai bangsa, bahasa, suku, kulit, dan adat istiadat dalam waktu dan tempat yang sama. Sehingga tercipta satu persaudaraan kuat sesama muslim.

Sebagaimana firman Allah SWT : “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Allah sudah menciptakan kalian dari seorang pria dan wanita. Lalu Ia menjadikan kalian berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal dan saling membela” (Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13).

Dari dalil ayat Al Qur’an di atas sangat jelas, keutamaan ibadah haji dan umroh salah satunya untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman dan mempererat persaudaraan sesama muslim.

Ayat Tentang Haji dan Qurban

Allah SWT telah menetapkan kewajiban melaksanakan ibadah haji dan kurban bagi setiap muslim yang mampu untuk menjalankannya. Dalam arti, memiliki kesanggupan secara niat yang kuat dan ekonomi yang memadai.

Sebagaimana firman Allah SWT : “Musim ibadah haji yaitu beberapa bulan yang sudah ditentukan. Barangsiapa yang berniat melaksanakan ibadah haji pada bulan itu maka tunaikanlah haji dan tak boleh berbuat rafats, fasik dan saling berbantah selama melaksanakan ibadah haji.” (Al Quranul karim surat Al Baqarah ayat 197).

Untuk melaksanakan ibadah haji telah ditetapkan waktunya oleh Allah SWT yakni pada bulan Syawal, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah. Kewajiban menunaikan ibadah haji satu kali seumur hidup.

Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi : Barangsiapa yang diberikan kesehatan badan dan diluaskan rezeki oleh Allah SWT. Namun ia tak mau menunaikan ibadah haji hingga lima tahun maka ia masuk kategori orang yang merugi dan sia-sia”.

Perintah berkurban tergambar jelas dalam firman Allah SWT: Sesungguhnya Kami sudah memberikan padamu nikmat yang sangat banyak. Oleh karena itu, dirikanlah shalat dan berkurbanlah.” (QS. Al Kautsar ayat 1 sampai ayat 2).

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang diberikan oleh Allah SWT kelapangan rezeki tapi ia tidak berkurban maka janganlah dekat dengan tempat sholat kami”(Hadits diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah bersumber dari Abu Hurairah ra).

Itulah sedikit penjelasan mengenai ayat tentang haji. Semoga kita semua bisa melengkapi rukun islam yang terakhir ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *